
Jakarta–nusantaranewstodays-PT Lionmesh Prima.tbk sudah melaksanakan Publik Ekspose di Hotel Double tree by Hilton tgl 25 Juni 2025 tepatnya hari Rabu
Strategy Policy
Untuk menghadapi tantangan sepanjang tahun 2024, Perseroan telah mengambil beberapa langkah strategis, antara lain:
Peningkatan Efisiensi Operasional Mengoptimalkan proses produksi dan menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas produk.
Mengembangkan Pangsa Pasar: Aktif memperluas pasar dengan mengidentifikasi pelanggan baru, meningkatkan penjualan kepada pelanggan yang ada, dan mengumpulkan umpan balik untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pelanggan.
Inovasi Produk: Mengembangkan produk baru dengan margin lebih tinggi untuk menarik konsumen dan meningkatkan kinerja.
Memperkuat Manajemen Risiko: Memperkuat pengelolaan arus kas dan piutang dengan fokus pada penagihan tepat waktu.
PT Lionmesh Prima Tbk
Business Prospect
Industri baja nasional diproyeksikan tetap tumbuh seiring dengan kebutuhan produk baja untuk mendukung sektor konstruksi. Sektor konstruksi sendiri diperkirakan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia pada 2025, terutama didorong oleh proyek infrastruktur strategis dan pemulihan investasi.
Meski memiliki prospek positif, industri baja nasional akan menghadapi sejumlah tantangan krisis:
a. Industri baja global masih dihadapkan pada kelebihan kapasitas produksi, terutama dari negara produsen utama seperti Tiongkok. Hal ini berpotensi memicu lonjakan impor baja berbiaya rendah ke Indonesia, yang dapat menggerus pasar domestik.
b. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan terhadap standar kualitas baja (SNI) baik untuk produk lokal maupun impor. Langkah ini penting untuk melindungi industri dalam negeri sekaligus menjamin keamanan penggunaan produk baja di sektor konstruksi.
c. Kebijakan efisiensi anggaran belanja negara berpotensi memengaruhi realisasi proyek infrastruktur pemerintah. Jika terjadi penyesuaian anggaran, permintaan baja untuk proyek-proyek publik dapat mengalami tekanan jangka pendek.
Saham LMSH
Sapanjang tahun 2022 harga tertinggi saham LMSH sebesar Rp440 per lemtiar saham, harga terendah Ap376 per lembar saham dan harga penutupan sebesar Rp400 per lembar saham dengan nilal kapitalisasi saham sebesar Rp38,4 miliar
Sepanjang tahun 2004, Perseroan menerima surat Peringatan dari BEI atas belum memenuhi jumlah saham free float sehingga masuk dalam papan pemantauan khusus
Berdasarkan pengumuman tanggal 31 Januari 2025, Bursa menghentikan sementara perdagangan efek terkait sanksi pemenuhan saham free float.
Perusahaan masih menjajaki beberapa opsi dan mencari solusi untuk meningkatkan likuiditas dan proporsi saham free float.
Hingga saat in Perseroan belum melakukan corporate action.
PT Lionmesh Prima Tbk
Conclusion
Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan stabilitas yang relatif baik meskipun menghadapi tekanan ekonomi global. Namun, diproyeksikan pada tahun 2025, perekonomian nasional akan menghadapi tantangan kompleks akibat ketidak pastian global, termasuk potensi kebijakan tarif impor baru dari Amerika Serikat yang berisiko mempengaruhi sektor konstruksi dan industri baja dalam negeri.
Di sisi internal, Perseroan mengalami penurunan volume penjualan sepanjang tahun 2024 akibat persaingan dengan produk berbasis teknologi “Induction Furnace” yang lebih murah, meskipun umumnya memiliki kualitas lebih rendah dibandingkan produk berbasis teknologi “Electric Arc Furnace”. Kondisi ini mengakibatkan kerugian operasional pada tahun tersebut.
Ke depan, Perseroan memperkirakan penurunan tingkat utilisasi produksi yang berpotensi meningkatkan biaya produksi secara signifikan. Langkah strategis diperlukan untuk mengoptimalkan efisiensi dan menjaga daya saing di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif ungkapnya.(dj)










