Jakarta,19-Juni-2026–nusantaranewstodays–Pada awal Juni 2026, WBSA mengumumkan rencana akuisisi 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik senilai Rp215 miliar untuk memperkuat bisnis logistik multimoda dan pelayaran. Akuisisi ini telah memperoleh persetujuan RUPS dan didanai dari hasil IPO perusahaan.
WBSA melakukan IPO pada 10 April 2026 dengan harga Rp168 per saham dan menghimpun dana sekitar Rp302,4 miliar. Sebagian besar dana memang direncanakan untuk akuisisi tersebut.
Pada April 2026, perdagangan saham WBSA sempat disuspensi sementara oleh Bursa Efek Indonesia karena kenaikan harga yang signifikan sebagai langkah cooling down pasar. Fakta utamanya: RUPS dijadwalkan pada: Jumat, 19 Juni 2026 pukul 09.00 WIB. Ini merupakan bagian dari RUPS (termasuk kemungkinan RUPS independen/lanjutan) yang telah diumumkan sebelumnya.
Catatan penting: Sebelumnya WBSA sudah menggelar RUPS Tahunan & Luar Biasa pada 5 Juni 2026. Agenda pentingnya termasuk laporan keuangan, penggunaan laba, dan aksi korporasi seperti akuisisi. RUPS 19 Juni 2026 kemungkinan: Merupakan rapat lanjutan / independen
Biasanya terjadi jika: Kuorum rapat sebelumnya belum terpenuhi, atau Ada agenda khusus yang membutuhkan persetujuan pemegang saham independen. Kesimpulan: RUPS 19 Juni cenderung bersifat lanjutan/independen, independen atas transaksi akuisisi (transaksi material & afiliasi), Artinya : Rapat ini fokus mengesahkan aksi korporasi besar (akuisisi) Diperlukan karena transaksi melibatkan pihak afiliasi wajib persetujuan khusus pemegang saham independen.
Apa yang disetujui? WBSA akan akuisisi: 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) Nilai transaksi: sekitar Rp215 miliar.
Tujuan: Memperkuat bisnis logistik multimoda angkutan laut (shipping) Integrasi rantai logistik (darat + laut) Kenapa ada RUPS lagi tanggal 19 Juni?
Ini poin penting yang sering bikin bingung ,5 Juni 2026 RUPS utama Tahunan dan Luar Biasa
19 Juni 2026 → kemungkinan: RUPS Independen lanjutan /pengulangan Biasanya karena: kuorum pemegang saham independen belum terpenuhi atau perlu penegasan ulang persetujuan
Hal ini memang sesuai aturan: Jika kuorum tidak tercapai, perusahaan boleh menjadwalkan ulang dalam 10-21 hari.
Dampak ke saham yang perlu kamu perhatikan , Kesimpulan simpel : RUPS 19 Juni 2026 benar terjadi Fokusnya: persetujuan independen atas akuisisi Aksi korporasi inti: akuisisi BIL Rp215 miliar. (Dj)
Jakarta,10-Juni-2026 –NusantaraNewsTodays–DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO), menindaklanjuti berbagai masukan dari seluruh DPW dan DPD, dengan ini menyampaikan keberatan atas pemberlakuan tambahan biaya Jasa Pemeriksaan Keamanan Kargo dan Pos (JASPER/JASTER) sebesar Rp700 per kilogram dan Cargo Handling Charge (SGHA) sebesar Rp340 per kilogram pada layanan kargo udara.
ASPERINDO menilai kebijakan tersebut berpotensi semakin meningkatkan biaya logistik nasional di tengah upaya pemerintah mendorong efisiensi distribusi barang dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.
Ketua Umum ASPERINDO, Budiyanto Darmastono, menyampaikan bahwa selama ini pelaku usaha logistik telah menanggung berbagai komponen biaya dalam proses pengiriman kargo udara, baik pada saat keberangkatan maupun kedatangan barang.
“Publik perlu mengetahui bahwa biaya yang dibayarkan dalam pengiriman
udara tidak hanya tarif kargo maskapai. Sebelum adanya JASPER dan SGHA, perusahaan logistik sudah menanggung berbagai biaya seperti Regulated Agent (RA), gudang kargo, handling, administrasi dokumen, biaya Surat Muatan Udara (SMU), fuel surcharge, serta berbagai biaya operasional lainnya,” ujar Budiyanto.
Berdasarkan kajian ASPERINDO, pada proses keberangkatan (outgoing) barang telah dikenakan biaya pemeriksaan keamanan (RA), gudang kargo, handling/loading, dan administrasi dokumen. Setelah tiba di bandara tujuan (incoming), barang kembali dikenakan biaya gudang, handling, dan administrasi. Akumulasi biaya tersebut dapat mencapai lebih dari Rp5.000 hingga Rp7.500 per kilogram, di luar tarif angkutan udara yang dibayarkan kepada maskapai.
Dalam dua tahun terakhir, industri logistik juga menghadapi kenaikan berbagai komponen biaya lainnya, mulai dari tarif pergudangan kargo bandar udara, biaya Surat Muatan Udara (SMU), kenaikan biaya transportasi, hingga kenaikan biaya energi yang secara langsung mempengaruhi biaya distribusi nasional.
ASPERINDO menilai penambahan tarif JASPER dan SGHA berpotensi
menciptakan biaya berlapis (multiple charging) dalam rantai layanan kargo udara yang pada akhirnya akan dibebankan kepada pengguna jasa.
“Kami mendukung peningkatan keamanan dan kualitas layanan kargo udara. Namun kebijakan tersebut harus dilakukan secara transparan, proporsional, dan tidak menimbulkan beban ganda bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” tegas Budiyanto.
Menurut ASPERINDO, setiap kenaikan biaya distribusi akan berdampak langsung pada tarif jasa pengiriman. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan logistik, tetapi juga akan mempengaruhi UMKM, industri manufaktur, pelaku perdagangan, e-commerce, serta masyarakat sebagai konsumen akhir melalui kenaikan harga barang.
Dampak tersebut akan semakin terasa bagi wilayah Indonesia Timur, daerah kepulauan, dan kawasan 3T yang sangat bergantung pada moda transportasi udara untuk distribusi kebutuhan masyarakat.
Sehubungan dengan hal tersebut, ASPERINDO menyampaikan beberapa usulan kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan:
Membatalkan pemberlakuan tarif JASPER dan SGHA sampai dilakukan pembahasan bersama seluruh pemangku kepentingan industri logistik dan penerbangan.
Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh struktur biaya terminal kargo udara yang selama ini dibebankan kepada pengguna jasa, termasuk biaya Regulated Agent (RA), biaya gudang, biaya handling, biaya administrasi, dan komponen biaya lainnya.
Melakukan audit serta kajian terhadap potensi duplikasi pembebanan biaya dalam rantai layanan kargo udara sehingga tidak terjadi biaya berlapis yang membebani distribusi nasional.
Mendorong transparansi struktur biaya dan proses bisnis kargo udara guna menciptakan efisiensi yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam menurunkan biaya logistik nasional.
ASPERINDO menegaskan bahwa industri logistik merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi meningkatkan biaya distribusi perlu
dikaji secara komprehensif agar tidak berdampak pada daya saing usaha, pertumbuhan UMKM, dan harga barang yang dibayar masyarakat.
“Pemerintah saat ini tengah berupaya menurunkan biaya logistik nasional agar lebih kompetitif dibanding negara-negara ASEAN. Karena itu, yang dibutuhkan dunia usaha saat ini adalah efisiensi dan penyederhanaan biaya, bukan penambahan beban biaya baru yang pada akhirnya akan ditanggung oleh masyarakat, kami juga akan terus menggalang kebersamaan dengan asosiasi lain di bidang logistic untuk secara bersama-sama menyuarakan penolakan kenaikan biaya logistik ini” tutup Budiyanto Darmastono.
Tentang ASPERINDO
Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) merupakan organisasi yang mewadahi perusahaan jasa pengiriman, kurir, pos dan logistik di Indonesia. Memiliki anggota sebanyak 358 perusahaan, menaungi tenaga kerja lebih dari 2,5 juta orang dengan jangkauan layanan di lebih dari 50.000 titik layanan. ASPERINDO berkomitmen mendukung terciptanya sistem logistik nasional yang efisien, kompetitif, dan berdaya saing global.
Jakarta,10-Juni-2026–nusantaranewstodays-SAPX Express Mampu Mencetak Laba Positif di Tengah Melemahnya Kondisi Makro Ekonomi
PT Satria Antaran Prima Tbk atau lebih dikenal sebagai SAPX Express (Perseroan) adalah perusahaan jasa pengiriman yang didirikan dan mulai beroperasi pada Tahun 2014. Perusahaan kurir yang memiliki tagline #JagonyaCOD ini memiliki jaringan pengiriman ke seluruh destinasi di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, perekonomian Indonesia mengalami dinamika yang cukup signifikan Tekanan terhadap daya beli masyarakat meningkat akibat naiknya harga kebutuhan pokok dan energi, yang pada akhirnya melemahkan Indeks Keyakinan Konsumen dan memberikan pengaruh langsung terhadap aktivitas konsumsi di Sektor Ritel.
Namun demikian, perseroan mampu menjaga stabilitas kinerja operasional secara relatif baik. Segmen B28 menunjukkan ketahanan yang positif, terutama didorong oleh permintaan dari sektor perbankan, FMCG, serta para pelaku usaha yang mengandalkan layanan distribusi dan logistik terintegrasi yang disediakan Perseroan. Sementara itu, meskipun terdapat perlambatan, transaksi dari marketplace dan e-commerce tetap menjadi penggerak utama permintaan layanan pengantaran. Untuk merespons kondisi pasar. Perseroan secara adaptif melakukan penyesuaian strategi operasional serta menjalankan program efisiensi biaya, sehingga kualitas layanan tetap terjaga dan daya saing operasional mampu dipertahankan.
Dari aspek finansial, perseroan mampu mempertahankan pendapatan dalam kondisi ekonomi yang menantang. Hal tersebut tercermin dari capaian pendapatan per tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp523,13 miliar dibandingkan Rp682,51 miliar di tahun 2024. Perseroan mencatatkan total nilai aset sebesar Rp410,53 miliar di tahun 2025, meningkat 6,39% dibandingkan nilai aset tahun 2024 senilai Rp385,88 miliar. Laba Usaha mencetak pertumbuhan 29,72% dari Rp7,80 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp10,11 miliar pada tahun 2025. Laba Rugi Komprehensif Tahun Berjalan menurun 58,98% menjadi Rp9,56 miliar pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp23,30 miliar.
Kinerja positif perseroan sepanjang tahun 2025 turut memperoleh pengakuan dari berbagai mitra strategis dan pelaku industri. Perseroan berhasil meraih penghargaan Best Courier Partner 2025 dari DHL, salah satu perusahaan logistik terkemuka di dunia, serta penghargaan The Best Logistic Partner 2025 dari Everpro, platform penyedia solusi terintegrasi yang mendukung pengembangan bisnis online dan UMKM di Indonesia. Selain itu, perseroan juga menerima penghargaan Operational Excellence dalam ajang Asia Consumer Sourcing Expo (CSE Asia) Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi bukti eksistensi perseroan di tengah ketatnya persaingan di industri kurir dan perekonomian Indonesia yang mengalami dinamika cukup signifikan.(Dj).
Jakarta,10-Juni-2026–nusantaranewstodays–GZCO.Tbk menganggarkan belanja modal (capex) Rp161 miliar untuk tahun 2026, dengan alokasi untuk penanaman baru, replanting, perawatan tanaman, dan pembelian aset tetap.
StockWatch
Dalam paparan publik yang dirilis awal Juni 2026, kinerja kuartal I 2026 menunjukkan penjualan turun menjadi Rp139,4 miliar dan perusahaan mencatat rugi bersih sekitar Rp4,9 miliar.
StockWatch + 1
Perseroan juga telah memanggil RUPS Tahunan yang dijadwalkan pada 10 Juni 2026, dengan agenda antara lain persetujuan lapor penggunaan laba Jangan 2025, n, penunjukan akuntan publik, dan penetapan remunerasi
Sebelumnya, GZCO melaporkan realisasi buyback sekitar 220,34 juta saham senilai Rp38,9 miliar yang dilakukan pada 2025 dan dilaporkan pada Januari 2026.
Jika yang Anda maksud adalah laporan pers (press release) terbaru PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), berikut ringkasannya:
PT Gozco Plantations Tbk menggelar RUPS Tahunan dan Public Expose pada 10 Juni 2026 di Jakarta. Dalam acara tersebut, perusahaan memaparkan kinerja tahun buku 2025 dan rencana bisnis tahun 2026.
Gramediapost + 1
Pencapaian Kinerja 2025
Laba tahun berjalan mencapai sekitar Rp107,6 miliar, naik sekitar 72,4% dibanding tahun sebelumnya.
Penjualan bersih tercatat sekitar Rp873 miliar, meningkat sekitar 8,5% dibanding 2024.
Total aset mencapai sekitar Rp2,19 triliun, sementara liabilitas turun sekitar 12%
menjadi Rp960 miliar. Pelita Kota News + 1
Produksi dan Operasional
Produksi tandan buah segar (TBS) inti tahun 2025 mencapai sekitar 232.691 ton.
Sekitar Rp93 miliar dialokasikan untuk penanaman baru, replanting, dan perawatan tanaman belum menghasilkan.
Sekitar Rp68 miliar digunakan untuk
investasi aset tetap dan peningkatan
efisiensi operasional. Gramediapost + 1
Prospek Manajemen menyatakan tetap optimistis terhadap prospek industri kelapa sawit, dengan fokus pada peningkatan produktivitas kebun, efisiensi biaya, dan penguatan praktik perkebunan berkelanjutan
melalui sertifikasi ISPO.Gramediapost + 1
Jika Anda membutuhkan laporan pers resmi dalam format siaran pers lengkap, saya juga bisa membantu menyusun ulang atau
TOSK.Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 7 Februari 2024 dengan harga IPO Rp125 per saham dan menghimpun dana sekitar Rp109,37 miliar.
Pada Mei 2025, TOSK mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp0,46 per saham yang telah disetujui dalam RUPS Tahunan.
Jakarta, 5-Juni-2026–NusantaraNewsTodays–Berikut ringkasan rilis kinerja terbaru dari PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk untuk
Kuartal | 2026:
Kinerja Q1 2026
Pendapatan: Rp51,2 miliar, turun 3,9% dibanding Q1 2025 sebesar Rp53,3 miliar.
Indo Premier + 1
EBITDA: Rp41,7 miliar, turun 3,9% secara
tahunan.
Indo Premier
Laba bersih: Rp16,8 miliar, turun 20,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp21,2 miliar.
Indo Premier + 1
Margin laba bersih: 32,8%.
Posisi Keuangan
Total aset: Rp1,42 triliun.
Total ekuitas: Rp797,1 miliar.
Kas: Rp8,4 miliar
.
Posisi Keuangan
Total aset: Rp1,42 triliun.
Total ekuitas: Rp797,1 miliar.
Kas: Rp8,4 miliar.
Debt to Equity Ratio (DER): 0,79x.
Indo Premier
Kinerja GHON pada awal 2026 menunjukkan penurunan pendapatan dan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, perusahaan masih mempertahankan margin EBITDA yang tinggi di atas 80%, mencerminkan efisiensi operasional bisnis menara telekomunikasi yang dijalankan.
Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, termasuk di dalamnya antara lain Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan yang dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Menyetujui atas penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sebagai berikut:
a. sebesar Rp 189.000.000.000 atau sebesar 62,6% dari laba bersih Perseroan dibagikan sebagai dividen tunai, kepada para pemegang saham, yaitu sebanyak 2.700.000.000 saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp 70,00 yang diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp 35,00 per saham, yang telah dibagikan kepada para pemegang saham pada bulan Desember 2025, sehingga sisa dividen tunai yang akan dibagikan kepada para pemegang saham adalah sebesar Rp 35,00 per saham, dengan memperhatikan Peraturan OJK dan Peraturan Perpajakan yang berlaku;
b. sisanya dibukukan sebagai laba ditahan, untuk menambah modal kerja Perseroan;
Menyetujui untuk menunjuk kembali Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra untuk audit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026
Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji serta tunjangan lainnya bagi anggota Direksi untuk tahun buku 2026, dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Nominasi Dan Remunerasi Perseroan, serta menetapkan honorarium dan/atau tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2026, sebanyak-banyaknya sebesar Rp 10,5 miliar Rupiah per tahun, dan memberikan wewenang dan kuasa kepada Rapat Dewan Komisaris untuk menetapkan alokasinya, dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.
RINGKASAN PUBLIC EXPOSE
Kinerja tahun 2025:
Pendapatan neto FY25 tercatat sebesar IDR2.779,4 miliar, mengalami penurunan 4,7% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan melemahnya permintaan pada segmen retail.
Secara segmentasi pelanggan, penjualan kepada distributor dan dealer masing-masing menurun sebesar 5,5% dan 10,0% YoY. Penjualan ke proyek tetap menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3,7% YoY.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bruto dan laba usaha masing-masing turun sebesar 2,8% dan 5,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba neto FY25 tercatat sebesar IDR302,1 miliar, menurun 4,0% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan marjin neto yang tetap terjaga pada level 10,9%.
Pada FY25, terdapat penurunan rasio total liabilitas terhadap total ekuitas menjadi 38,3% serta rasio total liabilitas terhadap total aset menjadi 27,0%.
Total liabilitas turun signifikan sebesar 13,9% YoY, mencerminkan upaya Perseroan dalam menjaga tingkat leverage dan pengelolaan kewajiban secara prudent.
Rasio profitabilitas mengalami penurunan, dengan ROA tercatat sebesar 9,0% dan ROE sebesar 12,8%, yang tetap mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan pengembalian yang solid terhadap aset dan ekuitas.
Pandangan tahun 2026:
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 tetap berada pada kisaran 4,9%-5,7%. Dinamika geopolitik global, volatilitas nilai tukar, ketidakpastian perdagangan internasional, serta kondisi suku bunga yang relatif tinggi diperkirakan masih menjadi tantangan bagi perekonomian nasional.
Di tahun 2026, Perseroan akan lebih berfokus pada efisiensi operasional, pengelolaan persediaan yang prudent, serta penguatan cash flow guna menjaga stabilitas usaha di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Dengan posisi keuangan yang sehat dan tingkat liabilitas yang rendah, Perseroan memiliki fundamental yang kuat untuk mempertahankan ketahanan usaha.
Ke depan, Perseroan akan terus melakukan inovasi produk dan memperkuat branding guna mempertahankan daya saing dan menjangkau basis pelanggan yang lebih luas.
Jakarta,25-Mei-2026–nusantaranewstodays–Berikut ringkasan laporan/persiapan pers terbaru terkait PT Millennium Pharmacon International Tbk hari ini:
SDPC baru saja menggelar agenda RUPS Tahunan pada 25 Mei 2026 dengan agenda utama persetujuan laporan tahunan, penggunaan laba bersih, penunjukan auditor, serta perubahan/pengangkatan kembali komisaris dan direksi.
Indo Premier,Dari laporan keuangan Q1 2026, pendapatan tercatat sekitar Rp1,018 triliun dengan laba bersih Rp10,1 miliar, turun tipis dibanding periode sama tahun lalu Rp10,3 miliar
Aktivitas dan siaran pers terbaru Beberapa kegiatan terbaru yang dipublikasikan perusahaan: Sosialisasi CDOB dan pendampingan BPOM RI (Februari 2026) Seminar kesehatan wanita dan deteksi dini kanker serviks Agenda dan hasil RUPS 2026 telah dipublikasikan resmi di situs perusahaan
Jakarta,1-Mei-2026–nusantaranewstodays–Laporan PT Raharja Energi Cepu Tbk antara lain:Menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp122,17 miliar atau Rp45 per saham untuk tahun buku 2025.FAC Sekuritas + 1Jadwal dividen:Cum dividen pasar reguler & negosiasi: 18 Mei 2026Ex dividen: 19 Mei 2026Recording date: 21 Mei 2026Pembayaran dividen: 10 Juni 2026. FAC Sekuritas Perseroan mencatat laba bersih 2025 sekitar USD15,26 juta meski pendapatan turun akibat volume lifting dan harga minyak global. �FAC Sekuritas + 1Pada kuartal I 2026, laba bersih RATU tercatat Rp68,4 miliar, turun dibanding