
Jakarta,3-Desember-2025–nusantaranewstodays–PT Onix TBK sudah menuju go private, dan sudah tidak ada kegiatan usaha .







Jakarta,3-Desember-2025–nusantaranewstodays–PT Onix TBK sudah menuju go private, dan sudah tidak ada kegiatan usaha .







Jakarta, 3-Desember-2025–nusantaranewstodays–PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (“ISSP”), salah satu perusahaan manufaktur pipa baja terbesar dan terdepan di Indonesia, telah menyelenggarakan Paparan Publik 2025 pada Rabu (3/12) di Gedung Baja, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan pemenuhan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian informasi, Butir V mengenal Public Expose.
Pada kesempatan ini, ISSP menyampaikan perkembangan operasional dan kinerja keuangan Perseroan selama sepuluh bulan pertama tahun 2025. Perseroan membukukan pendapatan Rp 4,84 triliun pada 10M2025, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama akibat tekanan harga baja global. Kendati demikian, penurunan penjualan tidak mencerminkan pelemahan pangsa pasar, karena volume penjualan solid dan selaras dengan ekspektasi tetap internal
Dari sisi profitabilitas, margin kotor meningkat dari 17,79% menjadi 19,43%, ditopang oleh komposisi penjualan yang lebih baik serta efisiensi pengadaan bahan baku. Laba bersih naik 8% menjadi Rp 444,9 miliar dengan margin stabil di 9,2%, menunjukkan ketahanan kinerja meskipun terjadi kenaikan blaya distribusi.

ISSP menutup periode dengan struktur keuangan yang kuat. Current ratio tercatat 303%, quick ratio 94%, dan saldo kas mencapai Rp 771 miliar. Selain itu, Perseroan berhasil menurunkan debt-to-equity ratio menjadi 58% melalui pengalihan pinjaman jangka pendek menjadi jangka panjang, sehingga mengurangi risiko refinancing dan lebih selaras dengan kebutuhan pembiayaan proyek jangka panjarig. Arus kas dari aktivitas operasi per September 2025 tercatat sebesar Rp 905 miliar, cukup untuk mendukung belanja modal dan menjaga likuiditas hingga akhir tahun.
Kinerja keuangan yang solid memberikan ruang bagi Perseroan untuk melanjutkan investasi jangka panjang secara berkelanjutan. Saat ini, ISSP tengah membangun Unit 7 di Gresik sebagai bagian dari ekspansi kapasitas produksi. Total belanja modal yang dialokasikan mencapai Rp 700 milliar pada 2025, disusul Rp 300 miliar pada 2026, dan Rp 80 miliar pada 2027 untuk kelanjutan proyek dan pengembangan fasilitas lainnya.
Di tengah kondisi pasar global yang penuh ketidakpastian, ISSP tetap konsisten menjalankan strategi ekspansi yang terukur, didukung struktur pendanaan yang stabil, likuiditas yang kuat, serta kebutuhan belanja modal yang terkendali. Fondasi keuangan yang sehat ini menjaga Perseroan berada pada posisi yang benar.
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk Siaran Pers Public Expose 2025
yang solid untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus melanjutkan roadmap Investasi jangka panjang.
Ke depan, ISSP berkomitmen untuk melanjutkan strategi pengembangan usaha yang telah dicanangkan, dengan peningkatan fokus pada aspek keberlanjutan (sustainability) sebagai bagian dari penerapan prinsip ESG dalam seluruh aktivitas operasional Perseroan.
Tentang PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (“ISSP”) adalah produsen pipa baja las terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1971 dengan kapasitas produksi sekitar 600.000 ton per tahun. ISSP memiliki 6 unit yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Barat. Lebih dari 60% produk ISSP digunakan di bidang infrastruktur, konstruksi, utilitas, sedangkan sisanya digunakan di sektor minyak dan gas, otomotif, dan 2ublic2re. Produk yang diproduksi oleh ISSP telah memenuhi sertifikasi SNI, ASTM, JIS dan telah mendapatkan sertifikasi dari UL, FM, dan API SL. ISSP merupakan perusahaan yang masuk dalam kategori ‘BIRU” dalam aspek lingkungan, yang artinya mematuhi peraturan lingkungan di Indonesia
ISSP merupakan perusahaan publik yang telah mencatatkan sahamnya di BEI (Bursa Efek Indonesia) sejak 22 Februari 2013.
Untuk Informasi Lebih Lanjut, silahkan hubungi:
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
Gd. Baja Lantai 78
Jl. Pangeran Jayakarta no 55 Jakarta, Indonesia
Johanes W. Edward
Corporate Secretary & Investor Relations Chief Strategy & Business Development Officer
Email: johanes.edward@spindo.co.id
Ph: +62-21 6231 3502 ext. 6062
(DJ)

Jakarta,28-November-2025–NusantaranewsTodays–Laba Sebelum Pajak dan Cadangan tumbuh 5,28%, sebesar Rp. 4,00 triliun
Public Expose PT Bank Panin Tbk, hari ini melaporkan perolehan laba bersih korsolidasi (unaudited) kuartal ketiga tahun 2025 sebesar Rp. 2,19 triliun, dan laba operasional sebelum Pajak dan cadangan sebesar Rp. 4,00 triliun atau meningkat 5.28% year-on year. Pencapaian tersebut berkat keberhasilan Perseroan menekan biaya operasional sebesar 5.0% serta meningkatkan fee based income sebesar 5.53%, khususnya pendapatan dari transaksi Surat Berharga
Laba bersih terkorekai -4,37% menjadi Rp. 2,19 triliun, karena pada tahun 2025 PaninBank meningkatkan pencadangan untuk mengantisipasi penurunan kualitas portfolio kredit dengan membukukan biaya cadangan sebesar Rp. 1.22 triliun, atau naik 35,12% dibanding periode yang sama tahun lalu 2024,”
Total aset konsolidasi mencapai Rp. 226,64 triliun, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp. 230,59 triliun. Total kredit sebesar Rp. 141,99 trilius, mengalami penurunan sebesar 4,72% terutama disebabkan permintaan kredit yang belum kuat dan masih dipengaruhi oleh sikap wait and see pelaku usaha, serta suku bunga kredit yang relatif masih tinggi.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dikendalikan untuk mengantisipasi masih lemahnya pertumbuhan kredit, dengan penurunan DPK sebesar 2,02% menjadi Rp. 149,99 triliun. Penurunan DPK telah digantikan dengan sumber persdassan jangka panjang berupa penerbitan Obligasi. Pada kuartal III tahun 2025, Bank Panin telah menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkafanjutan IV Bank Panin Tahap III Talum 2025 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 3.20 triliun. Obligani yang diterbitkan terdiri dari 2 seri
Obligasi Seri A sebesar Rp. 2,15 triliun yang berjangka wakta 3 tahun. Obligasi Seri B sebesar Rp 1.05 triliun yang berjangka waktu 5 tahun.
PaniaBank terus berusaha meningkatkan CASA dengan mendorong pertumbuhan Tabungan dan Giro melalui Program berhadiah Panin Super Bonanza yang sangat diminati oleh masyarakat. Panin Super Bonanza 2025 yang dinantikan nasabah PaninBank kembali digelar mulai 1 April 2025 hingga 31 Maret 2026 dengan total hadiah 12 Mercedes-Benz C 200 Avantgarde Line dan Rp. 11.6 miliar uang tunai untuk lebih dari 2000 pemenang.
Paninbank juga terus memperkuat permodalan yang kini telah mencapai Rp. 54,14 triliun dengan CAR yang juga meningkat menjadi 37,47% dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 34,08% Loan to Deposit Ratio (LDR) sangat konservatif sebesar 88,97% per 30 September 2025.
Data keuangan konsolidasi Paninbank dengan anak perusahaan, PT Bank Panin Dubai Syariah “Tbk dan PT Clipan Finance Indonesia Tbk (miliar Rupiah)

Dari data tersebut para investor bisa membacanya dengan lebih terinci. (Dj)

Paparkan Kinerja, Struktur Bisnis, dan Rencana Strategis Perusahaan
Jakarta,24-November-2025–Nusantaranewstodays–Citra Putra Realty Tbk (kode saham: CLAY), yang berada dalam naungan OSO Group, menyelenggarakan Public Expose Tahun 2025 di Auditorium The City Tower lantai 18, Jakarta, Senin (24/11). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk transparansi perusahaan kepada publik dan pemegang saham mengenai perkembangan usaha, kondisi keuangan, serta rencana penguatan bisnis di sektor properti, perhotelan, dan layanan kesehatan.
Acara Public Expose ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama Nany Adriani dan Direktur Chairul Umaya.
Kedua direksi memberikan pemaparan lengkap terkait arah kebijakan perusahaan, evaluasi operasional, hingga klarifikasi mengenai dinamika pergerakan saham CLAY di Bursa Efek Indonesia.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Nany Adriani menegaskan bahwa perseroan terus memperkuat fundamental usaha dengan memperluas portofolio bisnis dan melakukan optimalisasi aset yang sudah berjalan. la menyampaikan bahwadoso Group melalui entitas bisnisnya berkomitmen untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, beradaptasi dengan perubahan pasar, serta memastikan keberlanjutan pertumbuhan usaha di tengah persaingan sektor properti yang semakin ketat.
Chairul Umaya menambahkan bahwa seluruh informasi material mengenai perusahaan selalu disampaikan secara terbuka sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia. Terkait lonjakan harga saham CLAY beberapa pekan terakhir, Chairul menjelaskan bahwa pergerakan tersebut sepenuhnya merupakan dinamika pasar dan tidak terkait dengan aksi korporasi atau kejadian material tertentu di luar informasi publik.
Selain memaparkan arah kebijakan bisnis, OSO Group juga menjelaskan struktur bisnis perhotelan yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama perseroan. Dua aset utama yang berada dalam pengelolaan perusahaan adalah The Stones Hotel di Legian, Bali, dan Clay Hotel di Menteng, Jakarta.
The Stones Hotel terletak di Jl. Raya Pantai Kuta, Legian, Bali, dengan luas tanah 22.850 meter persegi dan bangunan 54.317 meter persegi. Hotel ini memiliki 308 kamar serta dilengkapi berbagai fasilitas seperti restoran Stones Kitchen, Blue Saphire, The Long Rice Table, Salt, Big Fish Bar & Grill, dan Infamy, serta fasilitas gym, spa, ballroom, meeting room, kolam renang, laundry, dan airport shuttle. The Stones Hotel merupakan salah satu aset unggulan yang berkontribusi besar pada pendapatan perusahaan. Clay Hotel yang berlokasi di Jl. Blora No. 20. Menteng Jakarta Pusat,

di atas lahan 359 meter persegi dengan bangunan 1.609 meter persegi dan memiliki 70 kamar. Hotel ini dilengkapi fasilitas Kedai Clay, Rooftop Bar, meeting room, serta layanan laundry dan massage. Berada di pusat bisnis Jakarta, Clay Hotel menjadi portofolio strategis dengan tingkat okupansi stabil sepanjang tahun.
Dalam presentasi keuangan, perusahaan menyampaikan kinerja hingga 30 September 2025 (unaudited). Total aset perseroan tercatat sebesar Rp 552.053.433.432, meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 539.550.800.251. Aset lancar tercatat sebesar Rp 50.218.714.476, sementara aset tidak lancar berada pada angka Rp 501.834.718.956.
Dari sisi liabilitas, liabilitas jangka pendek mencapai Rp 209.270.020.956 dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 332.852.240.970, dengan total ekuitas Rp 9.930.171.506. Struktur keuangan ini menunjukkan perusahaan masih berada dalam jalur ekspansi sekaligus menjaga pengelolaan risiko yang terkendali.
Performa keuangan tahun berjalan menunjukkan pendapatan hingga triwulan ketiga 2025 sebesar Rp 103.575.023.423. Harga pokok penjualan tercatat Rp 59.054.214.502, menghasilkan laba kotor Rp 44.520.808.921. Laba sebelum pajak menunjukkan rugi Rp 4.356.126.537, sementara rugi periode berjalan tercatat Rp 3.267.433.076. Meski demikian, tren pendapatan menunjukkan pemulihan signifikan, terutama dari unit The Stones Hotel dan Clay Hotel yang terus mencatatkan peningkatan dari kuartal ke kuartal.
Selain fokus pada sektor hospitality, OSO Group juga menegaskan bahwa perusahaan tengah mempercepat pengembangan Rumah Sakit Royal Sukadana sebagai bagian dari strategi perluasan bisnis ke sektor layanan kesehatan. Proyek rumah sakit ini diproyeksikan memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan dalam jangka menengah dan panjang.
Untuk memperkuat posisi perusahaan pada 2026, perseroan menetapkan dua prioritas utama, yaitu optimalisasi operasional hotel melalui peningkatan kualitas layanan, efisiensi biaya, dan pengembangan SDM, serta percepatan pembangunan Rumah Sakit Royal Sukadana sebagai langkah diversifikasi usaha. Melalui Public Expose 2025 ini, PT Citra Putra Realty Tbk menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi, memperkuat tata kelola, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Perseroan optimistis dapat terus menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham dan berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan sektor properti, hospitality, dan kesehatan di Indonesia.(Dj)

Jakarta, 21-November-2025–nusantaranewstodays–Ringkasan Kinerja Perseroan Tahun 2025
PT Citatah Tbk, sebagai perusahaan marmer tertua dan terbesar di Indonesia serta agen tunggal beberapa produk pelapis permukaan internasional, sepanjang tahun 2025 menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya. Tekanan terutama berasal dari perlambatan keputusan pembelian pengembang lokal, pemberlakuan tarif impor di Amerika Serikat yang mempengaruhi volume ekspor, serta penundaan beberapa proyek hotel dan vila di Bali akibat isu perizinan.
Sampai dengan akhir September 2025, penjualan Perseroan mencapai sekitar Rp88,3 miliar, terdiri atas penjualan domestik sekitar Rp71,8 miliar dan ekspor sekitar Rp16,5 miliar. Dengan mempertimbangkan order book dan jadwal pengiriman sampai akhir tahun, Perseroan memproyeksikan penjualan tahun 2025 sebesar kurang lebih Rp123 miliar, atau turun sekitar 15% dibandingkan realisasi tahun 2024.
Penurunan penjualan tersebut berdampak pada profitabilitas. Sampai dengan akhir September 2025, Perseroan membukukan laba kotor sekitar Rp18,3 miliar, namun setelah memperhitungkan beban usaha dan beban lain-lain, Perseroan mencatat rugi komprehensif sekitar Rp13,3 miliar. Untuk tahun buku 2025 secara keseluruhan, Perseroan memperkirakan rugi komprehensif sekitar Rp 17,8 miliar
Dalam Laporan Posisi Keuangan, total aset Perseroan per 30 September 2025 tercatat sekitar Rp711 miliar, turun sekitar 3,0% dari Rp733 miliar pada akhir 2024. Penurunan terutama berasal dari berkurangnya persediaan melalui pemakaian stok barang jadi dan penjualan tanah serta bangunan yang tidak lagi produktif di Bandung, sementara piutang usaha meningkat sejalan dengan perlambatan pembayaran beberapa proyek. Struktur liabilitas dan ekuitas tetap dikelola secara hati-hati untuk menjaga likuiditas dan kelangsungan usaha.
Meskipun pasar tahun 2025 melambat, pipeline proyek Perseroan ke depan tetap solid. Hingga akhir tahun 2025, Perseroan telah mengamankan proyek yang sudah terkonfirmasi untuk berlanjut ke tahun 2026 dan seterusnya dengan total nilai sekitar Rp45 miliar, serta prospek incoming.
projects dengan nilai perkiraan sekitar Rp85 miliar untuk tahun 2026, yang berasal dari segmen residensial, proyek kelas menengah, maupun proyek besar.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang dan diversifikasi usaha, Perseroan juga tengah memproses rencana pembentukan joint venture dengan Chememan Public Company Limited, salah satu produsen kapur terbesar di Asia. Rencana kerja sama ini diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya batu kapur yang dimiliki Perseroan, menciptakan sumber pertumbuhan baru di bisnis kapur, serta memperkuat fundamental PT Citatah Tbk dalam jangka panjang.
Perseroan akan terus berupaya meningkatkan efisiensi, menjaga struktur keuangan yang sehat, memperluas pasar domestik maupun ekspor secara selektif, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik guna memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan. (DJ)
Kinerja operasional ANJ hingga Kuartal II tahun 2025 di bawah manajemen baru cukup menggembirakan, dimana produksi TBS meningkat 7,9% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Begitu juga dengan produksi CPO, hingga Kuartal II 2025 meningkat sebesar 5,7% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya Untuk kinerja keuangan ANJ hingga Kuartal II 2025 meski harus menghadapi berbagai tantangan, peningkatan laba bersih naik cukup signifikan yaitu sebesar 494,4% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. AN] juga akan terus berkomitmen melanjutkan program kerja dengan menerapkan strategi mitigasi dan beradaptasi terhadap perubahan iklim dengan mengintegrasikan praktik ESG.

Jakarta 6-November-2025–Nusantaranewstodays– PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (“ANJ”; IDX: ANJT) telah menggelar Public Expose pada 6 November 2025 di Jakarta. Acara tahunan tersebut berisi paparan mengenai laporan kinerja operasional dan keuangan, serta capaian perusahaan selama tahun 2024, serta laporan kinerja operasional dan keuangan sampai dengan Kuartal 11 2025. Hingga akhir Kuartal II 2025 AN) memproduksi 399.808 ton Tandan Buah Segar (TBS), meningkat 7,9% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 370.650 ton. Hal ini didukung dengan profil tanaman muda dan prima, juga dilakukannya strategi perbaikan pengelolaan kebun demi memberikan hasil yang optimum.
Untuk pengolahan Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO), hingga Kuartal II 2025, ANJ berhasil mengolah CPO sebesar 128.695 ton, meningkat sebesar 5,7% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya sebesar 121.750 ton. Hal ini tak lain karena adanya peningkatan efektifitas, mutu serta kebersihan dalam proses pengolahan TBS menjadi CPO, yang
pengolahan TBS menjadi CPO, yang merupakan salah satu kunci utama mutu CPO yang berkualitas. Dengan kondisi ini, ANJ optimis hingga akhir 2025 estimasi Oil Extraction Rate (OER) atau Rendemen Ekstraksi Minyak bisa mencapai lebih dari 20.6%.
Melalui manajemen operasional yang baru, kami sangat optimis estimasi produktivitas Ton/Ha ANJ di tahun 2025 alkan mampu melampaui produktivitas di tahun 2023 dan 2024. Hal ini tak lain menunjukkan upaya kami dalam efektifitas pengelolaan kebun kelapa sawit,” ungkap Direktur Utama ANJ, Suhendro.Melalui manajemen operasional yang baru, kami sangat optimis estimasi produktivitas Ton/Ha ANJ di tahun 2025 alkan mampu melampaui produktivitas di tahun 2023 dan 2024. Hal ini tak lain menunjukkan upaya kami dalam efektifitas pengelolaan kebun kelapa sawit,” ungkap Direktur Utama ANJ, Suhendro.
Menyikapi kecenderungan adanya peningkatan harga CPO di setiap akhir tahun, ANJ tetap optimis untuk terus mendorong performa operasional dalam memenuhi kebutuhan pasar. Untuk diketahui, dibandingkan dengan produk substitusi sejenis, harga CPO merupakan yang terendah, sehingga kondisi ini berpeluang menjaga atau bahkan bisa mengubah daya beli konsumen yang sebelumnya membeli minyak kelapa, kacang tanah dan kedelai beralih membeli minyak sawit (CPO).
ANJ juga akan melanjutkan program replanting, sebagai upaya menjaga rata-rata umur tanaman dalam usia produktif. Hal ini merupakan strategi ANJ dalam menjaga keseragaman tanaman sehingga pengelolaan tanaman nantinya akan lebih efektif,
Capaian Kinerja ANJ pada 2024 hingga Kuartal II 2025
Meskipun menghadapi tantangan operasional di tengah dinamika pasar CPO global. ANJ menunjukkan kinerja keuangan yang solid di tahun 2024 dengan berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih yang signifikan. yaitu sebesar USD 9,2 juta pada tahun 2024. Sementara catatan kinerja keuangan yang sangat baik juga terjadi hingga Kuartal II 2025, dengan laba bersih melonjak tinggi mencapai 494,4% atau sebesar USD 14.2 juta dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Suhendro memaparkan bahwa kinerja keuangan ANJ pasca akuisisi menunjukkan proses peralihan yang berjalan dengan baik, sehingga tidak berdampak pada jalannya operasional kebun.
“Kami bangga dengan pencapaian kinerja keuangan hingga Kuartal II 2025 ini, hal ini menunjukkan bahwa kami mampu dan tangguh menghadapi segala tantangan. Kami akan terus tumbuh dengan strategi yang lebih baik untuk mengoptimalkan operasional dan memanfaatkan peluang pasar di masa mendatang,” ungkap Suhendro
Komitmen Terhadap Keberlanjutan
ANJ terus berkomitmen terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dan mendapatkan pengakuan atas kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) yang kuat. Meski harus menghadapi herbagai hambatan dan tantangan di sepanjang 2025, baik itu cuaca ekstrem, kondisi perekonomian global dan isu geopolitik ANJ dengan manajemen baru tetap optimis akan mampu melaluinya. Strategi yang terarah, terukur, efektif dan efisien akan diterapkan untuk memberikan hasil yang optimal.
Di masa mendatang, ANJ juga akan lebih fokus di industri kelapa sawit, yang merupakan bisnis utamanya. (DJ).

Jakarta, 5-November-2025–Nusantaranewstodays–Perseroan bergerak dibidang di pertambangan, Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat signifikan menjelang akhir perdagangan Rabu (5/11/2025), di tengah meningkatnya spekulasi masuknya emiten ini ke indeks global MSCI serta kabar rencana ekspansi yang tengah dipersiapkan perseroan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 15.47 WIB saham BRMS tercatat menguat 8,60 persen ke level Rp1.010 per saham, setelah mulai menunjukkan lonjakan signifikan sejak sekitar pukul 15.15 WIB. Nilai transaksi terbilang jumbo, mencapai Rp967,24 miliar.
“Pada 5 November 2025 (waktu setempat) akan ada pengumuman rebalancing MSCI,” ujar Michael, Senin (3/11/2025).
Dia menambahkan, “Jika kita melihat aturan, maka BREN dan BRMS berpotensi masuk ke dalam konstituen standard caps.”
Sebagai informasi, indeks global MSCI dijadwalkan merilis hasil tinjauan berkala atas konstituen indeks pada Kamis (6/11/2025) besok sekitar pukul 05.00 WIB.

Stockbit Sekuritas menilai, pada Rabu (5/11), saham yang dikaitkan dengan indeks MSCI diperkirakan bergerak fluktuatif setelah pengumuman hasil review.
MSCI adalah penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi dunia. Masuknya sebuah saham ke indeks MSCI penting karena bisa menarik arus dana asing, meningkatkan likuiditas, serta memengaruhi
Citra Palu Minerals (CPM), pabrik Emas dan Perak.
Dairi Prima Mineral (DPM),produksi Seng dan timah hitam. (Dj)

Jakarta,31-10-2025–Nusantaranewstodays– PT Express Transindo Utama TBK. menegaskan langkah kebangkitannya di industri inovasi dan transportasi nasional melalui strategi berbagai mitra teknologi. Hal itu kolaborasi dengan disampaikan oleh Direktur Utama PT Express Transindo Utama TBK.
Johannes BE Triatmo, dalam acara Public Expose yang digelar di Fave Hotel, Jakarta.
Johannes menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan sekaligus momentum strategis bagi Express untuk kembali bersaing di pasar transportasi modern yang kini semakin berbasis digital.
“Semua kita perbaiki. Inilah sekilas perjalanan Express dari tahun 1989 sampai hari ini. Kita terus berkembang dan berjuang. Setelah melewati masa-masa sulit, kini kami mulai berbenah dan berpindah kembali pada strategi yang lebih adaptif,” ujar Johannes.
Menurutnya, saat ini Express telah berkolaborasi dengan sekitar 170 armada pihak ketiga, di mana kendaraan-kendaraan tersebut dioperasikan dengan sistem berbasis digital dan sebagian dimiliki oleh investor. “Yang hadir di sini, jika ingin berinvestasi dalam pengembangan bisnis ini, bisa menaruh kendaraan karena potensi sektor ini masih sangat menjanjikan di masa depan,” tambahnya.

Johannes juga menjelaskan bahwa perusahaan kini menerapkan sistem digitalisasi penuh, baik dalam manajemen armada, layanan pelanggan, hingga rekrutmen dan
pelatihan pengemudi. “Konsepnya sekarang berbeda. Mobil boleh dibawa pulang oleh driver. Dulu, semua kendaraan harus kembali ke pool yang luasnya bisa menampung hingga 900 mobil. Sekarang, sistemnya serba digital, dari pengecekan kendaraan hingga pemantauan operasional, semuanya otomatis,” jelasnya.
Express juga tengah memperkuat manajemen sumber daya manusia, terutama di bidang pelayanan. “Kami sudah mulai menanamkan budaya perusahaan yang serius tentang bagaimana melayani dan bersikap. Jadi, manajemen driver benar-benar kami perhatikan agar mereka bisa memberikan pelayanan terbaik
kepada penumpang,” tuturnya. (Dj)

Jakarta,23 OKTOBER 2025–nusantaranewstodays–Pada hari Kamis, di Lt 30 gedung Bakrie sudah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang saham Luar biasa dengan kode saham ENRG.

Jakarta,21-10-2025–nusantaranewstodays– Dengan dilakukan Publik Ekspose yang sifatnya insidentil ini, investor dan masyarakat umumnya dapat mengetahui perkembangan dari Perseroan dengan lebih baik.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) memaparkan rencana besar eksekusi 5G BWA dan kesiapan ekosistem digital melalui anak usaha PT Telemedia Komunikasi Pratama di Jakarta, Selasa (21/10).
Dalam public expose tersebut, Direktur Utama WIFI, Shannedy Ong, menjelaskan strategi perusahaan memperkuat posisi Surge sebagai penyedia broadband nasional berbiaya terjangkau dan berkecepatan tinggi.
WIFI menargetkan perluasan jaringan Fixed Wireless Access (FWA) berbasis 5G di wilayah “Golden Zone” meliputi Jawa, Maluku, dan Papua, yang mencakup lebih dari 45 juta rumah tangga potensial.
Menurut data Deloitte Consulting Southeast Asia, jumlah pelanggan Fixed Broadband Indonesia akan mencapai 39 juta rumah tangga pada 2030, dengan lonjakan permintaan internet rumah murah sebagai pendorong utama.
Shannedy menyebut, melalui anak usaha Telemedia, Surge telah membangun ekosistem end-to-end bersama mitra strategis global seperti Huawei, Nokia, dan Fiberhome untuk mendukung rollout FWA dan memperluas jangkauan fiber optik (FTTH).
FWA milik Surge akan menawarkan harga kompetitif hanya Rp100 ribu per bulan, menyasar masyarakat berpendapatan menengah ke bawah yang sebelumnya belum terjangkau layanan fiber. Strategi ini diyakini mampu memperluas penetrasi digital secara inklusif.
Selain itu, Surge menargetkan 5 juta sambungan rumah (Home Pass) hingga Juni 2026 dengan take-up rate di atas 80%. Dalam enam bulan terakhir, mereka telah membangun 2,5 juta sambungan baru atau sekitar 13.888 sambungan per hari.
WIFI optimistis, inovasi dan kolaborasi lintas industri akan mempercepat transformasi digital nasional, sekaligus membuka akses internet cepat dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia (Dj)