PT META EPSI tbk.

Materi Public Expose Periode 2020

Jakarta,9-Agustus-2021,–Nusantaranewstodays–Selama tahun 2020, kondisi ekonomi menghadapi tantangan yang sangat berat bagi kelangsungan duni3a usaha yaitu terjadinya pandemi COVID-19. Sejak pengumuman penyebaran COVID-19 di Indonesia pada bulan Maret 2020, Pemerintah memberlakukan berbagai kebijakan untuk mengendalikan laju penyebaran COVID-19 yaitu dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal) dalam tatanan kehidupan masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut secara cepat berdampak pada perkembangan seluruh sektor usaha yang mengalami perlambatan hingga Semester II tahun 2020.

Penerapan PSBB dan langkah-langah pengendalian COVID-19 berdampak langsung terhadap kelangsungan bisnis Perseroan pada tahun 2020. Seiring fokus alokasi anggaran untuk sektor Kesehatan, Pemerintah melakukan penundaan realisasi anggaran untuk proyek EPC, konstruksi dan infrastruktur untuk beberapa proyek yang telah direncanakan.

Ditengah tantangan tersebut, PT Meta Epsi Tbk terus berupaya untuk menjaga stabilitas kinerja dan tetap menjalankan proyek sesuai kontrak yang berjalan pada tahun 2020.

Secara keseluruhan, Perseroan mengerjakan 5 proyek dengan total pendapatan mencapai Rp125,92 millar.

Di sisi lain, pembatasan mobilisasi di berbagal wilayah di Indonesia juga menyebabkan melambatnya arus pasokan material yang digunakan pada proyek Perseroan. Perseroan juga mengalami kenaikan biaya operasional terkait penerapan protokol kesehatan serta langkah langkah penanggulangan COVID-19 lainnya yang diterapkan oleh Perseroan. Sehingga Perseroan mengalami rugi bersih untuk tahun 2020 sebesar Rp 29,16 miliar atau menurun 222,98% dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp 23,71 miliar pada tahun 2019.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubung): PT Meta Epsi Tbk Jl. Mayjen D.I Panjaitan Kav. 2 Rawa Bunga-Jatinegara Telp :021-8564955 Fax Jakarta Timur

:021-8564956 Corporate Secretary

Demikian acara Publik Ekspose disampaikan oleh Pimpinan perseroan.(djoni)

PT ANDIRA AGRO Tbk.

Jakarta,9 Agustus 2020-Nusantaranewstodays-

Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 dibuka oleh sentimen positif seiring dengan meredanya ketegangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Cina serta perkembangan Brexit di Uni Eropa. Pada Kuartal I-2020, kondisi tersebut dengan cepat berubah setelah World Health Organization (WHO) mendeklarasikan terjadinya pandemi COVID-19 dengan kasus pertama di Indonesia diumumkan pada bulan Maret 2020. Terjadinya pandemi menyebabkan perubahan signifikan dalam tatanan hidup masyarakat dikarenakan penerapan pembatasan dan restriksi kegiatan sosial untuk memutus rantai penyebaran COVIO 19.

Laju persebaran COVID-19 yang sangat cepat dan penerapan pembatasan di seluruh dunia menyebabkan perlambatan pertumbuhan global yang secara langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia. Seiring revisi pertumbuhan ekonomi global beberapa kali pada tahun 2020, yang ditutup dengan proyeksi International Monetary Fund (IMF) sebesar -4,4% yang dirilis bulan Oktober 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diproyeksikan tumbuh negatif. Di sisi domestik, perekonomian Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07% dibandingkan tahun 2019 (sumber: Badan Pusat Statistik).

Dalam menghadapi kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya kondusif, Perseroan yang bergerak dalam bidang agrikultur perkebunan kelapa sawit memilih untuk menempuh langkah dan pendekatan kehati-hatian dalam menjalankan usaha serta tetap berupaya mencapai tujuan strategis jangka panjang.

PT Andira Agro Tbk (Perseroan) pada tahun 2020 membukukan penjualan bersih sebesar Rp 260,21 miliar, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp 311,78 miliar. Hal tersebut mempengaruhi Laba (Rugi) Bersih dari Perseroan yang mengalami penurunan dari laba bersih sebesar Rp 12,49 miliar di tahun 2019 menjadi rugi bersih sebesar Rp 10,17 miliar di tahun 2020.

Demikian acara publik ekspose yang telah disampaikan Direktur utama- pungkasnya- (Djoni)

PT. Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk [SBAT]

Jakarta,3Agustus2021-Nusantaranewstodays.news-PT. Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) didirikan pada tanggal 17 Juli 2003. Perusahaan bergerak di bidang industri khususnya tekstil serta memproduksi benang dari bahan daur ulang. Dan ipo perusahaan ditahun 2020 dengan harga penawaran Rp 105,-

Pada tahun 2021 Perusahaan melakukan beberapa strategi sebagai berikut :

1.Peremajaan mesin dan efisiensi

2.Ekspansi usaha untuk meningkakan kapasitas produksi

3.Pengembangan produk baru berkualitas dan fokus pada Yield

4.Peningkatan kualitas sumber daya manusia

5.Memperluas dan memperkuat basis pelanggan.

Disamping itu semua perusahaan juga pumya keunggulan kompetitif yaitu tidak pakai bahan kimia,menciptakan hubungan yang baik dengan customer dan suplier,kualitas produksi yang terjamin,serta keahlian dalam customized products.

Perseroan melakukan penjualan produk dalam bentuk benang kepada pelanggan pabrik yang memproduksi : glove,kain pel,jeans,handuk dan lain lain.

Kategori pelanggan berdasarkan lokal dan eksport, dan produk perusahaan lebih banyak dilakukan eksport dari pada dalam negeri, pungkasnya (Djoni)

Vaksinasi Covid-19 di Holywings Gatsu

Hotman Paris Sore Ini Bertemu Sandiaga Uno. Ada Apa?

Jakarta,2-8-2021-Nusantaranewstodays.news-Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea direncanakan sore ini akan bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Diagendakan pertemuan tersebut sore nanti pukul 16.00 WIB (4 Sore) di Holywings Gatsu (Gatot Subroto) Jakarta. Dalam siaran pers diterima btm.co.id, Sandiaga Uno akan meninjau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Holywings Gatsu (Gatot Subroto).

Dalam unggahan di Instagram, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea tersebut akan mendampingi Sandiaga Salahuddin Uno saat pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Holywings Gatsu (Gatot Subroto). “

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bpk. Dr. H Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A.) didampingi oleh Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., M.Hum, akan meninjau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Holywings Gatsu (Gatot Subroto)”

Dengan berhasilnya pertemuan pembahasan masalah vaksinasi covid-19 diharapkan dapat meningkatkan kekebalan imun dari setiap warga Indonesia, pungkasnya (djoni).

RELEASE PERS

PT SUMBER GLOBAL ENERGY TBK Jakarta-nusantaranewstodays.news-2 AGUSTUS 2021

Kondisi ekonomi pada 2020 masih mengalami ketidakpastian,apalagi dimasa pandemi Covid-19 khususnya pada global increasing interest rate,tightening quality dan trade war. Pemerintah terus mendorong pemanfaatan batubara untuk kepentingan dalam negeri salah satunya mendukung pemanfaatan batubara menjadi Dimethyl ether (DME) sebagai Altematif energi untuk menggantikan LPG namun belum ada harga khusus dan alokasi kuota batu bara untuk program hilirisasi.

Pada tahun 2020 perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 2.035.07,- miliar ,ada naikan 37% ini di bandingkan tahun sebelumnya yg mencatat pendapatan bersih Rp.1.275. 39,- Kenaikan ini disebabkan kenaikan volume penjualan dan kenaikan harga batubara di tahun 2020. Laba bersih perseroan naik 27% dari Rp.20.36,- miliar pada tahun 2019 menjadi Rp 27.72,-miliar pada tahun 2020 . Peningkatan laba usaha ini dsebabkan selisih perseroan meningkat untuk tahun kedepan.

Pada Tahun 2021, Kenakan harga batubara sepanjang tahun sudah melejit 79% menjadi US $ 144 per ton, dimana peluang ini akan digunakan sebaik-baiknya oleh perseroan memperolah lebih banyak kontrak dengan Customer di Asia supaya eksport naik. Oleh karena itu perusahaan telah mendirikan Comodity Trading Company di Singapura untuk mendapatkan customer Asia yg lebih banyak.

Dalam bidang renewable energy, Perseroan sedang mencoba menjajaki usaha pengolahan sampah menjadi energy yang merupakan program usaha Energi Baru dan terbarukan dari perseroan.

Pada tanggal 2 Agustus 2021, Perseroan telah mengadakan Rapat Umum Pemegang saham tahunan dan Rapat Umum Pemegang saham Luar yang menghasilkan

Menyetuju Laporan Tahunan, termasuk Neraca dan Perhitungan Laba Rugi Peseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan, serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan komisaris dalam Laporan Tahunan pada tanggal 31 Desember 2020, yang termuat dalam laporan tahunan 2020.

Menetapkan penggunaan Laba Bersih 2020, sebesar 30% dari Laba Bersih 2020 atau. sejumlah Rp 8.256.000.000,- dibagikan sebagai dividen tunai, sebesar Rp 1.000.000.000,- disisihkan untuk dana cadangan; dan sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan, Kemudian disetujui pula oleh pemegang saham Perseroan untuk membagikan dividen saham berasal dari kapitalisasi saldo laba yang belum dicadangkan sebanyak banyaknya Rp. 104.576.000.000, yang akan dibagikan sebagai Dividen saham dengan Ratio 6:1.

Memberi kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk dan/atau mengganti Kantor Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (termasuk Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan yang tergabung dalam Kantor Akuntan Publik Terdaftar tersebut) yang akan mengaudit/memeriksa buku dan catatan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, dan mengangkat Tuan Venkatraman Venkateswaran selaku Direktur Perseroan.

Serta menerima dan menyetujui laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana Perseroan sampai dengan tanggal 30 Juni 2021, dimana dari hasil penawaran umum saham perdana, setelah dikurangi dengan biaya-biaya penawaran umum saham perdana, Perseroan menerima dana bersih sebesar Rp. 51.000.000.000, Sebesa Rp. 45.000.000.0000,- digunakan untuk pembelian batubara dalam memenuhi kontrak pengadaan batubara yang telah diperoleh Perseroan, sedangkan sebesar Rp. 6.000.000.000,- digunakan untuk modal kerja di Anak perusahaan Perseroan yang bergerak didalam bidang Pertambangan Mineral Tanah Jarang. Penggunaan Dana dialokasikan untuk pengurusan IUP dan Riset untuk Ekstraksi mineral tanah jarang.,pungkasnya (Djoni)

PUBLIK EKSPOSE PT. SONA TOPAS TOURISM INDUSTRY tbk.

Jakarta,29Juli2021-Nusantaranewstodays.news.,-PT. SONA TOPAS TOURISM INDUSTRY telah melakukan publik ekspose serta Rupt dan Ruplb pada tanggal 29 Juli 2021 di Mayapada Tower II Lantai 9, Jakarta. Dalam rapat tersebut secara musyawarah dan mufakat telah menyetujui dan memutuskan hal-hal sebagai berikut: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) :

1) Persetujuan terhadap Laporan Tahunan termasuk Laporan Direksi mengenai kegiatan usaha Perseroan termasuk persetujuan terhadap Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Deseaamber 2020 dan Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun buku 2020 dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2020:

2) Persetujuan penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, dimana Rugi Bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp. 131.403.637.054.

3) Persetujuan terhadap Penunjukan Kantor Akuntan Publik Perseroan mengaudit buku Perseroan yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan penetapan honorarium serta persyaratan lain berkenaan dengan penunjukan tersebut; dan

4) Persetujuan terhadap Perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk memberhentikan dengan hormat seluruh anggota Direksi dan anggota.

Dewan Komisaris Perseroan dan membentuk serta mengangkat susunan anggota

Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan yang baru sebagai berikut:

Presiden Komisaris. : Jonathan Tahir. Wakil Presiden Komisaris : Timothy, Tin, Ching Tan

Komisaris :Zachary James Coughlin, Ronald KumalaPutra

Komisaris Independen :Drs Aryanto Agus Mulyo

Komisaris Independen :Gn Hiang Lin

Komisaris Independen :Dai Bachtiar

Presiden Direktur : Ir. Wong Budi Setiawan

Wakil Presiden Direktur :Robert Rafael Calzadilla

Direktur : James Alan Guntrip

Direktur : Aymeric Georges Lacroix

Direktur : Victoria Tahir

Direktur : Harry Wangidjaja

Direktur : Susan Liwang

Demikianlah publik ekspose Pt Sona Topas Tourism Industry Tbk disampaikan langsung oleh Ibu direktur Susan Liwang,pungkasnya (Djoni)

Publik ekspose Pt Paramita Bangun Sarana Tbk

SIARAN PERS Jakarta, 23 Jul 2021-Nusantaranewstodays.news.blok/

PBSA TETAP BAGI DIVIDEN DI TENGAH PANDEMI COVID-19

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (“PBS atau Perseroan”, kode saham: PBSA) di tahun 2020. fokus melakukan efisiensi seiring dengan kondisi pandemi Cavid-19 yang menyebabkan meningkatnya biaya operasional akibat harus disesuaikannya standar operasional yang merujuk kepada kebijakan protokol kesehatan yang ketat oleh Pemerintah seperti misalnya penggunaan masker. Khusus untuk karyawan PBSA yang berada di lapangan (site project), barak untuk pekerja juga harus diperbarui dan memenuhi standar kesehatan

Dalam hal pengembangan usaha, sejak tahun 2019 PBSA telah mengembangkan usahanya dengan masuk ke lini bisnis manufaktur tiang pancang (concrete spun pile) dan workshop atau fabrikasi baja melalui anak-anak usahanya. Dengan adanya anak-anak usaha ini, PBSA dapat melakukan penghematan yang cukup besar, karena sebelumnya PBSA kerap mempercayakan proses aktivitas fabrikasi baja dengan pihak ketiga lainnya. Selain itu, PBSA juga terus aktif berpartisipasi untuk ikut dalam sejumlah tender kepada perusahaan-perusahaan lain di luar sektor utama yang selama ini dijalankan PBSA. Sehingga portfolio PBSA menjadi terdiversifikasi dan jumlah client base PBSA menjadi bertambah

Kinerja keuangan PBSA pada tahun 2020 mencatatkan nilai yang positif dengan membukukan Pendapatan (Revenue)sebesar Rp 553 miliar atau mengalami penurunan jika dibandingkan Revenue tahun 2019 yang mencapai Rp.608 miliar. Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan Revenue terutama ialah karena banyak proyek yang telah selesai di tahun 2020 dan untuk penambahan proyek baru di tahun 2020 tidak sesignifikan tahun sebelumnya. Namun demikian, Laba Bersih (Net Income) tahun 2020 mengalami peningkatan dari Rp 13,29 miliar tahun 2019 menjadi Rp.43.15 miliar di tahun 2020.

Atas hasil kinerja tersebut, para Pemegang Saham PBSA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PBSA yang dilaksanakan pada hari ini, telah menyetujui penggunaan Saldo Laba(Retained Earnings) untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp 40,5 miliar kepada Pemegang Saham atau Rp 27-per lembar saham Langkah ini diambil PBSA sebagai penghargaan atas kepercayaan byang diberikan dari seluruh pemegang saham terhadap prospek masa depan PBSA

Di tahun 2021, mempertimbangkan kondisi global yang saat ini masih terserang pandemi Covid-19, PBSA tetapi optimis menargetkan pendapatan sebesar Rp 350 miliar. Sejak pandemi ini berlangsung. PBSA tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran pemerintah Atas konsistensi pengerjaan proyek ini, client PBSA tetap mempercayakan pengerjaan proyeknya kepada PBSA Sampai dengan akhir Maret 2021 PBSA telah mencatat pendapatan sebesar Rp 46.95 miliar atau 13,41% dari target tahun 2021. Atas pencapaian tersebut ditambah dengan akan masuknya proyek baru yang strategis, PBSA optimis dapat meraih target yang telah ditetapkan

Sekilas PT Paramita Bangun Sarana Tbk

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (“PBS), berdiri di tahun 2002, dengan kegiatan usaha utama menjalankan usaha pembangunan seperti konstruksi bangunan, infrastruktur, mekanikal, dan elektrikal. PBS go public dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 28 September 2016 Simak lebih lanjut di http://www.paramita.co.id

Demikian press releasenya,(Djoni)

Publik ekspose PT Bentoel International Investama tbk, tahun 2021

GELAR RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN 2021, PT BENTOEL INTERNASIONAL INVESTAMA TBK. BERKOMITMEN UNTUK MENEMPATKAN LINGKUNGAN, SOSIAL, DAN TATA KELOLA (ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND GOVERNANCE) MENJADI HAL TERPENTING DAN PALING UTAMA

Jumat, 2 Juli 2021- Nusantaranewstodays-PT Bentoel Internasional Investama Tbk baru saja menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) yang telah menyetujui dan mengesahkan Laporan Direksi dan Laporan Dewan Komisaris mengenai jalannya usaha Perseroan dan administrasi keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. Dengan penerapan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat, Direksi menyampaikan pencapaian penting Perseroan pada tahun 2020, di antaranya adalah dengan didukung oleh infrastruktur operasional yang lengkap, mulai dari proses penanaman daun tembakau sampai distribusi produk akhir (seed-to-smoke), pada tahun 2020 Perusahan membuktikan kontribusinya terhadap agenda Group dalam mencapai visi ‘Masa Depan yang Lebih Baik’ (A Better Tomorrow) dengan melakukan ekspor baik dalam bentuk rokok maupun tembakau dan bertransformasi menjadi pusat ekspor (export hub) multi-kategori.

Sejalan dengan komitmen Perseroan untuk terus berinovasi dan memenuhi selera konsumen di tengah lingkungan yang begitu cepat berubah, di tahun 2020 Perseroan memperkenalkan VELO untuk memberikan pilihan yang lebih rendah risiko dan lebih mudah dinikmati bagi konsumen kami. VELO merupakan kantong nikotin bebas tembakau yang pertama di Indonesia yang pada awalnya diperkenalkan di Swedia. Setelah melalui penyempurnaan selama bertahun-tahun, induk perusahaan Perseroan, British American Tobacco dengan bangga mengumumkan bahwa Indonesia menjadi pasar ke-18 yang tergabung dengan kelompok pasar dengan ambisi baru. Sementara. tembakau tetap menjadi bagian yang sangat penting dari bisnis kami, Bentoel Group juga berkomitmen untuk meningkatkan nilai rokok tradisionalnya melalui inovasi dan produk kelas dunia. “Berdasarkan uji berat dan asumsi perubahan total pola konsumsi rokok. Produk produk ini tidak bebas risiko dan membuat kecanduan.

“Perseroan terus berkomitmen untuk mendukung program-program Pemerintah dalam berbagai bidang. Pada tahun 2020, Perseroan telah berhasil melakukan ekspor produk-produk berkualitas tinggi kami ke 23 negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah yang nilainya mencapai 2,9 triliun Rupiah. Negara tujuan ekspor Perseroan tersebut telah mengalami peningkatan yang pesat dari sebelumnya yang berjumlah 20 negara di tahun 2019. Pencapaian ini tentunya turut memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan ekspor negara dan pertumbuhan ekonomi nasional,” menurut Steve Pore, Presiden Direktur, PT Bentoel Internasional Investama Tbk.

Dukungan terhadap program Pemerintah juga diwujudkan saat Perseroan membangun visi Masa Depan yang Lebih Baik (A Better Tomorrow”), Lingkungan. Sosial, dan Tata Kelola (Environmental Social and Governance) adalah yang terpenting dan paling utama dari semua yang dilakukan, dan keberlanjutan (sustainability) adalah inti dari bisnis kami. Agenda Keberlanjutan mencerminkan komitmen Perseroan untuk mengurangi dampak kesehatan atas bisnis kami sebagai fokus utama perhatian kami. Dalam menjalankan produksi tembakau, Perseroan tidak melupakan aspek menjaga lingkungan. Beberapa usaha Perseroan adalah berkolaborasi dengan Universitas Mataram untuk menjalankan penelitian mengenai kualitas air, tanah, dan udara saat produksi tembakau, melakukan program penghijauan dengan menanam 8.200 pohon kemiri di Lombok Tengah dan Lombok Timur, serta melakukan pelatihan di lapangan untuk mitra petani sebagai bagian dari Program Tembakau Berkelanjutan.

Program ini merupakan komitmen Perseroan untuk secara terus menerus dalam memberdayakan dan mendukung pertumbuhan usaha kecil dalam rangka membantu memulihkan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Di tahun 2020, Perseroan juga berperan aktif dalam mendukung berbagai upaya Pemerintah dalam menangani krisis ini, tim lintas divisi secara cepat bekerja bersama untuk memproduksi hand sanitizer di salah satu pabrik Perseroan di Malang Hand sanitizer tersebut, bersama dengan bantuan lain berupa masker, kaca mata medis, sarung tangan, dan Alat Pelindung Diri (APD) didistribusikan kepada masyarakat sekitar melalui Pemerintah di Jakarta, Kota dan Kabupaten Malang, serta Nusa Tenggara Barat.

Dalam RUPST hari ini, sehubungan dengan pengunduran diri Ibu Mercy Francisca Sinaga sebagai Direktur dan dengan mempertimbangkan kesinambungan rencana kegiatan Perseroan, para pemegang saham menyetujui untuk mengangkat Ibu Dinar Shinta Ulie sebagai Direktur Perseroan. Dengan demikian, susunan Direksi Perseroan sejak penutupan RUPST ini adalah sebagai berikut:

Direksi. Presiden Direktur :Steven Gerald Pore Direktur :Faisal Saif. Direktur : Martin ArthurGuest Direktur : Widyo Rulyantoko Direktur. : Dinar Shinta Ulie

Tahun 2021 masih akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri tembakau. Kenaikan Tarif Cukai dan Harga Jual Eceran (HJE) yang tertinggi dalam sejarah, kurangannya tingkat prediktabilitas peraturan, meningkatnya perdagangan rokok ilegal serta minimnya insentif untuk mendorong investasi telah memberikan tekanan yang besar bagi industri tembakau secara keseluruhan. Di tengah tantangan akibat kebijakan tarif cukai tersebut, dunia juga menghadapi tantangan lain akibat munculnya pandemi COVID-19 pada awal tahun 2020. Pandemi COVID-19 juga turut menambah tekanan yang dialami oleh Perseroan pada tahun 2021.

Perseroan berharap agar Pemerintah lebih memperhatikan keberlanjotan industri tembakau melalui regulasi yang berimbang bagi seluruh pemangku kepentingan Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut di atas, Perseroan yakin bahwa kami akan terus berperan aktif dalam perekonomian Indonesia menciptakan nilai dan masa depan yang lebih baik bagi semua pemangku kepentingan

“Di tengah situasi yang sulit seperti sekarang ini, kami berkomitmen untuk terus mendukung Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi akibat dari dampak pandemi tersebut. Oleh karena itu, kami sangat berharap agar Pemerintah dapat lebih memperhatikan keberlangsungan industri tembakau dengan mengeluarkan kebijakan kebijakan serta regulasi yang berimbang bagi seluruh pemangku kepentingan, mengingat saat ini industri tembakau membutuhkan waktu untuk melakukan recovery atas penurunan penjualan yang cukup signifikan,” tutup Steve.

Hari Rabu kemarin, 30 Juni 2021, Bentoel Group bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0818 Kabupaten Malang Kota Batu baru saja menggelar vaksinasi massal di di pabrik yang berlokasi di Jalan Raya Karanglo. Proses vaksinasi dilakukan dengan target 1.250 karyawan. Program Vaksinasi ini bertujuan untuk mendukung program Pemerintah dalam mempercepat proses vaksinasi bagi masyararakat serta membantu pemulihan ekonomi nasional. Selain program tersebut, Perseroan juga berpartisipasi dalam program Vaksin Gotong Royong yang disediakan oleh Pemerintah melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Risalah lengkap mengenai pencapaian Perseroan pada tahun 2020 dapat dilihat dalam Laporan Tahunan Perseroan yang tersedia secara online di situs Perseroan http://www.bentoelgroup.com.

Mengenal Bentoel Group Bentoel Group, yang terdiri dari PT Bentoel Internasional Investama Tbk dan anak-anak perusahaannya, adalah bagian dari British American Tobacco Group (BAT). BAT adalah sebuah perusahaan tembakau global yang memiliki jaringan di lebih dari 180 negara. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk menambahkan brand global Dunhill dan Lucky Strike ke dalam portofolionya. Kegiatan usaha kelas dunia Perseroan meliputi riset dan pengembangan, pemrosesan daun tembakau dan cengkih, manufaktur produk tembakau, termasuk pemasaran dan distribusinya. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini didukung oleh lebih dari 2.000 karyawan di seluruh Indonesia. Pada tahun 2020, Perseroan telah melakukan ekspor ke 23 negara tujuan, yang nilainya mencapai Rp2,9 triliun

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi team External Communications Bentoel Group sebagai berikut:

Maria Melissa Riyani Putri | Corporate Brand & ESG Manager

Email: maria riyani patri@@bat.com Mobile: +62812-94-0590591

Demikian siaran pers yang didapat dari panitia,pungkasnya -(djoni)

Publik ekspose Pt Jaya Trishindo.tbk tahun 2021 Jakarta

Jakarta, 29 Juni 2021 – Nusantaranewstodays,-Jaya Trishindo yang berlokasi di perkantoran Grand Aries Niaga, Jakarta Barat menggelar acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPT) dan Public Expose pada hari Selasa, 29 Juni 2021 dilaksanakan dengam protokol kesehatan 3M. Edwin Widjaja (Direktur Utama), Erwin Budi Satria (Direktur Independen & Corporate Secretary) memberikan pemaparan Public Expose terkait dengan laporan keuangan, kinerja perseroan, strategi usaha perseroan, rencana bisnis perseroan tahun berjalan, dan lain-lain.

Emiten Jaya Trishindo masih optimistis kejar pertumbuhan pendapatan 10%-20% tahun 2021 pertumbuhan kinerja double digit.

Sebagai pembanding, mengutip laporan keuangan tahunan perusahaan, HELI membukukan pendapatan Rp 143,83 miliar dengan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 6,56 miliar di tahun 2020.

Saat ini jumlah kurir dan pengiriman parcel di Indonesia meningkat tajam misalkan laman dahulu cukup dengan adanya Pos Indonesia. tapi seiring waktu berjalan banyak timbul kurir pengiriman seperti contohnya J&T, Wahana, Si Cepat dll. Selain itu kami melihat bahwa pertumbuhan E commerce di Indonesia juga sangatlah tinggi, peminat belanja online juga meningkat dan naiknya permintaan dari konsumen untuk Faster Delivery/ pengiriman yang cepat dan tentunya dengan harga yang murah.

Rencana Bisnis Perseroan Berdasarkan data yang kami kutip dari The Insight Partner, Pasar logistic dan transportasi drone secara global pada tahun 2018 menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 24 million dan diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 1,6 billion pada tahun 2027.

Maka dari itu Perseroan melalui entitas anak PT. Komala Indonesia saat ini sedang menjajaki bisnis baru yaitu bisnis pengangkutan menggunakan pesawat drone atau lebih dikenal dengan nama Cargo Drone. Untuk bisnis baru ini PT. Komala Indonesia menggandeng PT. ITER AERO INDUSTRI untuk memproduksi dan mera kit Cargo Drone tersebut.

Spesifikasi Cargo Drone Cargo drone ini sendiri mempunyai daya angkut yang bervariasi dari 5 kg-200 kg dan bisa menempuh jarak hingga 400 km dengan kecepatan rata rata sekitar 80 km/ jam 100 km/jam.

Kendala Yang Dihadapi Perusahaan – Pandemi Covid-19 berdampak turunnya kondisi Perekonomian

Strategi usaha perseroan :

  1. Menambah armada helikopter yaitu Pesawat Cessna Type T-206 dan Helikopter AgustaWestland Type AW-109 Trekker.
  2. Meningkatkan mutu layanan.
  3. Memperluas bidang usaha. 4. Memperluas wilayah pemasaran.

Faktor cuaca yang tidak menentu. Faktor stabilisasi keamanan di wilayah Papua, pungkasnya (djoni)

BAYU BUANA travel service

Jakarta,Nusantaranewstodays.news-Sudah dilakukan PUBLIC EXPOSE PT BAYU BUANA Tbk,25 JUNI 2021

Merebaknya wabah corona virus disease atau disebut covid-19, telah memberikan dampak signifikan pada kinerja perseroan yang bergerak dibidang usaha penyelenggaraan perjalanan dan wisata untuk periode 3 (tiga) bulan Januari hingga Maret 2021, sebagaimana tercermin pada Laporan Kinerja dibawah ini:

Laporan kinerja PT Bayu Buana Tbk dan Entitas Anak (“Perseroan”) untuk periode 3 tiga bulan Januari-Maret tahun 2021, dibandingkan tahun 2020 untuk periode yang sama adalah sebagai berikut:

Dalam Periode Januari Maret Tahun 2021 Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 68,75 Milyar turun secara signifikan sebesar Rp 289,99 Milyar atau 80,84% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 Sebesar Rp 358,74 Milyar. Laba rugi usaha perseroan untuk periode 3 (tiga) bulan tahun 2021, mencatat rugi usaha sebesar Rp 6,72 Milyar turun 346,15% atau sebesar Rp 9,45 Milyar dari tahun 2020 yang mencatat laba usaha sebesar Rp 2,73 Milyar.

Secara keseluruhan tahun 2021 Perseroan membukukan Rugi Periode Berjalan setelah Beban Pajak Penghasilan sebesar Rp 6,81 Milyar turun 372,40% atau sebesar Rp 9,31 Milyar dari Laba Periode Berjalan setelah Beban Pajak Penghasilan tahun 2020 sebesar Rp 2,50 Milyar.

Laba (Rugi) Periode Berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2021 tercatat Rugi sebesar Rp 6,73 Milyar dan pada tahun 2020 tercatat Laba sebesar Rp 2,54 Milyar, maka Laba (Rugi) Per Saham Perseroan untuk tahun 2021, mencatat Rugi Per Saham sebesar Rp 19,06 dan untuk tahun 2020 mencatat Laba Per Saham sebesar Rp 7,19.

Total Aset Perseroan pada 31 Maret 2021 berjumlah sebesar Rp 707,54 Milyar naik 2,16% atau sebesar Rp 14,93 Milyar dari sebesar Rp 692.61 Milyar pada 31 Desember 2020 terjadi pada Total Aset Lancar turun sebesar Rp 11,02 Milyar dan Total Aset Tidak Lancar naik sebesar Rp 25.95 Milyar.

Total Ekuitas Perseroan pada 31 Maret 2021 berjumlah sebesar Rp 418,83 Milyar naik 5,20% atau sebesar Rp 20,70 Milyar dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2020 sebesar Rp 398,13 Milyar disebabkan oleh naiknya Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan periode Januari – Maret 2021.

Demikian disampaikan. Terima kasih,pungkasnya-(djoni)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai