PT POOL ADVISTA FINANCE, Tbk.(“POLA”)
Jakarta,24-8-2021,Nusantaranewstodays– perseroan Pt Pool Advista Finance,tbk telah melakukan publik ekspose di Jakarta Selatan ,tepatnya di kantor perseroan.
Adapun daftar isi yang dibicarakan yaitu :
Profil perusahaan.
SUSUNAN DEWAN KOMISARIS



SUSUNAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS)


SUSUNAN KOMITE
Komite Audit, Ketua : Ahmad Santoso dan Anggota : Irdam Halim
Komite Pemantau Resiko, Ketua : Ahmad Santoso dan Anggota : Yus Indra
Komite Remunerasi dan Nominasi, Ketua : Ahmad Santoso dan Anggota : ada 2 orang yaitu Marhaendra dan Audy Benyamin Pattipawaej
Penghargaan
Atas kerja keuangan yang baik, perseroan berhasil mendapatkan beberapa penghargaan dari majalah info bank : Perusahaan dengan kategori “sangat bagus” periode 2016,2017,2018, dan 2019.
Kegiatan usaha ada 4 macam :
1.Pembiayaan investasi
2.Pembiayaan modal kerja
3.Pembiayaan Multi guna
4.Pembiayaan Syariah
Tantangan usaha 2020
Kendala umum yang dihadapi perseroan : Situasi pandemi covid-19 sangat berpengaruh pada perekonomian nasional maupun global. Perusahaan mengalami defisit penerimaan dikarenakan banyaknya debitur yang terdampak covid-19. Pandemi covid-19 mengakibatkan perusahaan melakukan restrukturisasi atas beberapa debitur.
Pencapaian 2020
Melakukan restrukturisasi, seiring pelemahan ekonomi nasional • Permintaan pembiayaan pun semakin menurun, sehingga Perusahaan disaat pandemi covid-19 di tahun 2020 tidak mencapai target pembiayaan
• Pembiayaan di bulan Desember 2020, tercatat hanya mencapai Rp. 196.29 M atau setara 88.19% dari yang dibudgetkan (masih berada dibawah budget 11.81%)
Perusahaan mengalami penurunan Aset sebesar Rp. 55,41 Miliar atau setara 15.21% dibandingkan tahun 2019 • Perusahaan mengalami penurunan Ekuitas sebesar Rp 38,07 Miliar atau setara 11,27% dibandingkan tahun 2019
Laba (rugi) operasional sampai Desember 2020, sebesar minus Rp 6.3 M dari laba sebesar Rp.3 M yang ditargetkan • Pendanaan terhadap piutang pembiayaan hampir 90 % menggunakan dana sendiri (ekuitas)
• NPF net Perusahaan di bulan Desember 2020 masih sangat tinggi yaitu sebesar 46.11 % • Secara TKK Perusahaan dikategorikan dalam kondisi “Tidak Sehat”
Rencana bisnis tahunan periode 2021 (1/2)
Rencana perbaikan Rasio NPF
Fokus untuk melakukan perbaikan Rasio NPF hingga dibawah 5%
Dilakukan upaya-upaya maksimal dalam rangka perbaikan NPF seperti lelang dan restrukturisasi
Pertimbangan dan latar belakang penundaan Konversi Syariah
Kondisi NPF yang masih sangat tinggi
Menurunnya Rasio Financing to Asset (FAR) sebagai dampak dari Pandemi
Fokus Penyaluran Pembiayaan
Perusahaan di tahun 2021 akan terus memfokuskan pembiayaan baru yang dibukukan menggunakan akad Syariah
Perusahaan akan fokus melakukan penyaluran pembiayaan di sektor usaha produktif
Rencana bisnis tahunan periode 2021 (2/2)
Target Pertumbuhan Total Aset di tahun 2021
Target peningkatan volume Pembiayaan dan peningkatan jumlah CIF maupun Account
Target Laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 3.5 Miliar
Posisi Ekuitas Perusahaan 2021
Proyeksi Ekuitas Perusahaan sebesar Rp 303,3 Miliar
Target Rasio-Rasio :ROA 1.17%, ROE 0.93% dan BOPO 87.96%
Target Tingkat Kesehatan Perusahaan
Target Penurunan NPF Nett menjadi 1.22% pada Desember 2021 Menjadi “Sehat”
Dengan dilakukan publik ekspose ini semoga para investor dapat informasi yang baik, pungkasnya, (Djoni)