RELEASE PERS

PT SUMBER GLOBAL ENERGY TBK Jakarta-nusantaranewstodays.news-2 AGUSTUS 2021

Kondisi ekonomi pada 2020 masih mengalami ketidakpastian,apalagi dimasa pandemi Covid-19 khususnya pada global increasing interest rate,tightening quality dan trade war. Pemerintah terus mendorong pemanfaatan batubara untuk kepentingan dalam negeri salah satunya mendukung pemanfaatan batubara menjadi Dimethyl ether (DME) sebagai Altematif energi untuk menggantikan LPG namun belum ada harga khusus dan alokasi kuota batu bara untuk program hilirisasi.

Pada tahun 2020 perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 2.035.07,- miliar ,ada naikan 37% ini di bandingkan tahun sebelumnya yg mencatat pendapatan bersih Rp.1.275. 39,- Kenaikan ini disebabkan kenaikan volume penjualan dan kenaikan harga batubara di tahun 2020. Laba bersih perseroan naik 27% dari Rp.20.36,- miliar pada tahun 2019 menjadi Rp 27.72,-miliar pada tahun 2020 . Peningkatan laba usaha ini dsebabkan selisih perseroan meningkat untuk tahun kedepan.

Pada Tahun 2021, Kenakan harga batubara sepanjang tahun sudah melejit 79% menjadi US $ 144 per ton, dimana peluang ini akan digunakan sebaik-baiknya oleh perseroan memperolah lebih banyak kontrak dengan Customer di Asia supaya eksport naik. Oleh karena itu perusahaan telah mendirikan Comodity Trading Company di Singapura untuk mendapatkan customer Asia yg lebih banyak.

Dalam bidang renewable energy, Perseroan sedang mencoba menjajaki usaha pengolahan sampah menjadi energy yang merupakan program usaha Energi Baru dan terbarukan dari perseroan.

Pada tanggal 2 Agustus 2021, Perseroan telah mengadakan Rapat Umum Pemegang saham tahunan dan Rapat Umum Pemegang saham Luar yang menghasilkan

Menyetuju Laporan Tahunan, termasuk Neraca dan Perhitungan Laba Rugi Peseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan, serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan komisaris dalam Laporan Tahunan pada tanggal 31 Desember 2020, yang termuat dalam laporan tahunan 2020.

Menetapkan penggunaan Laba Bersih 2020, sebesar 30% dari Laba Bersih 2020 atau. sejumlah Rp 8.256.000.000,- dibagikan sebagai dividen tunai, sebesar Rp 1.000.000.000,- disisihkan untuk dana cadangan; dan sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan, Kemudian disetujui pula oleh pemegang saham Perseroan untuk membagikan dividen saham berasal dari kapitalisasi saldo laba yang belum dicadangkan sebanyak banyaknya Rp. 104.576.000.000, yang akan dibagikan sebagai Dividen saham dengan Ratio 6:1.

Memberi kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk dan/atau mengganti Kantor Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (termasuk Akuntan Publik Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan yang tergabung dalam Kantor Akuntan Publik Terdaftar tersebut) yang akan mengaudit/memeriksa buku dan catatan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, dan mengangkat Tuan Venkatraman Venkateswaran selaku Direktur Perseroan.

Serta menerima dan menyetujui laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana Perseroan sampai dengan tanggal 30 Juni 2021, dimana dari hasil penawaran umum saham perdana, setelah dikurangi dengan biaya-biaya penawaran umum saham perdana, Perseroan menerima dana bersih sebesar Rp. 51.000.000.000, Sebesa Rp. 45.000.000.0000,- digunakan untuk pembelian batubara dalam memenuhi kontrak pengadaan batubara yang telah diperoleh Perseroan, sedangkan sebesar Rp. 6.000.000.000,- digunakan untuk modal kerja di Anak perusahaan Perseroan yang bergerak didalam bidang Pertambangan Mineral Tanah Jarang. Penggunaan Dana dialokasikan untuk pengurusan IUP dan Riset untuk Ekstraksi mineral tanah jarang.,pungkasnya (Djoni)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai