SIARAN PERS

Pendapatan MIDI naik 8,90% pada tahun 2020

Tangerang (06/05/21),nusantaratodays.com-Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi semua sektor usaha tak terkecuali sektor ritel. Hal ini dikarenakan pandemi Covid 19 yang kemudian dilanjut pada kebijakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB) oleh beberapa daerah maupun kota.

Pemberlakuan PSBB tersebut turut mempengaruhi jam operasional toko di beberapa
daerah yang kian terbatas. Akibatnya, jumlah pengunjung dan pembeli yang masuk
ke toko Alfamidi mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Kondisi di atas diperparah dengan banyaknya sektor industri besar yang dengan terpaksa harus menutup usahanya dikarenakan tidak ada demand dan terus merugi.Akibatnya banyak karyawan mengalami penurunan penghasilan bulanan hingga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat secara umum.

Corporate Secretary PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) Suantopo Po, Dalam kondisi seperti diatas,masyarakat dipaksa untuk lebih selektif lagi dalam berbelanja,
mereka lebih mengedepankan kebutuhan dan menahan keinginan.

Meskipun dunia usaha sedang diuji dengan pandemi Covid-19, namun Perseroan berhasil meminimalisir dampak perlambatan ekonomi akibat COVID-19 dan membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,90% dari Rp11,63 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp12,66 triliun pad tahun 2020.

Sayangnya, kenaikan pendapatan tersebut berbanding terbalik dengan laba perseroan yang minus sebesar 1,37% dari periode yang sama tahun 2019. Di akhir tahun 2020, Perseroan membukukan laba sebesar Rp 200,27 miliar, sementara di periode yang sama tahun 2019 laba perseroan berada di angka Rp 203,06 miliar.

“Hal ini dikarenakan kenaikan pendapatan yang tidak sebanding dengan kenaikan beban operasional,” kata Suantopo.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai